Indonesia makin kreatif dengan hadirnya IPTV

Indonesia akan memasuki babak baru dalam layanan televisi dengan hadirnya Internet Protocol Television (IPTV), Senin pada tanggal 28 februari 2011 di Wisma Kandatel Telkom, PT Telkom telah melakukan soft launching-nya di Jakarta.

Hal ini merupakan era baru masyarakat agar memilki wawasan yang lebih berkembang akan dunia ilmu pengetahuan dan teknologi yang berbasis ICT. Namun hal ini memiliki hal yang bersifat positif dan hal yang bersifat negatif tergantung dari mana segi dan sudut pandang orang yang melihat layanan baru yang disuguhkan dari pemerintah dalam hal ini PT Telkom Indonesia.


Untuk hal positif disini adalah :

– Bertambahnya akses informasi yang cepat akan sebuah informasi yang dibutuhkan.
– Semakin cepatnya jaringan internet yang dimana sebagai fasilitas utama untuk dapat mengakses IPTV tersebut.
– Adanya hal-hal baru yang dapat mempermudah hidup manusia dalam mendapatkan suatu informasi, hiburan dan lain sebagainya.
– Maningkatkan daya saing Indonesia dengan negara-negara berkembang lainnya.

Sedangkan ada pula yang di lihat dari segi negatifnya :

– IPTV menjadi hal baru yang bersifat komersial, untuk masalah harga masih dirahasiakan. (namun seperti yang dikutip dari berita yang ada di web vivanews, Untuk negara Korea yang sudah mengimplementasikan teknologi IPTV sejak lama, membanderol layanan IPTV dengan kisaran 10 won hingga 23 won, atau setara Rp 80 ribu hingga 186 ribu per bulan), bagaimana dengan di Indonesia?
– Banyak hal dan informasi baru yang disuguhkan, oleh karena itu Indonesia harus mempunyai filter tersendiri untuk menyaring Informasi yang dianggap tak layak untuk kultur di Indonesia yang bersifat ketimuran.
– Untu saat ini karena bergantung dengan jaringan internet kualitas siaran bisa menurun, seperti gambar siaran yang terputus-putus dan suara yang kurang jelas dapat terdengar karena disebabkan kualitas jaringan yang kurang baik.

Sedangkan informai yang dikutip dari Draft White Paper mengenai IPTV (bisa di download disini) yaitu : IPTV suatu layanan multimedia yang terdiri atas program televisi, video (gambar bergerak), audio (suara), tulisan (text), graphics (gambar diam) dan data yang disalurkan ke pelanggan melalui suatu jaringan tertutup yang berbasis IP.

Adapun hal-hal baru yang ditawarkan dengan munculnya IPTV tersebut antara lain :
* Broadcast televisi dan video di atas akses Internet
* Content on demand, yang meliputi video, TV, musik
* Interaksi multimedia dengan kecepatan true broadband, yang meliputi layanan game, shopping, advertising, dll
* Kualitas layanan (quality of service) dan kualitas pengalaman (quality of experience) bagi customer yang terus terpelihara

Dan ada pula layanan mengenai IPTV Services

Dan juga disebutkan layanan tersebut akan memiliki sifat multiscreen,
yaitu dapat ditampilkan melalui beragam perangkat:
* Pesawat televisi
* Komputer, notebook, dan perangkat sejenis
* Mobile terminal dan berbagai gadget

Telkom merencanakan untuk fokus menggarap pasar Jakarta terlebih dahulu pada tahap awal mulai Mei 2011 mendatang. akan tetapi selain dari PT TELKOM adapula perusahaan lain yang bersifat sebagai pesaingnya diantaranya penyelenggara TV Kabel, IPTV dari pihak Alcatel yang memiliki fasilitas dan layanan yang berbeda-beda duntuk pelanggannya, namun harga yang ditawarkan oleh pihak Alcatel masih cenderung mahal berkisar Rp 300.000 per bulan, ditambah perlengkapan decoder yang harganya kurang dari Rp 1 juta.

Informasi yang di kutip dari Kompas, disini yang terpenting seperti yang dikatakan pakar marketing Hermawan Kertajaya mengatakan, konektivitas antarpelanggan seperti ini bisa berpotensi mengembangkan kreativitas. “Dengan IPTV ini Indonesia bisa lebih kreatif. Kita bisa bikin berbagai macam hal dengan konektivitas itu. IPTV sebagai platformnya,” . Menurutnya, televisi telah memasuki tahap pengembangannya tak berbatas. Pada tahap ini, pengguna mungkin tak pernah menyadari kegunaannya, tetapi begitu teknologi tersedia, pengguna sadar bahwa mereka memerlukannya.